Selamat Datang, Tamu CariAlatBerat.com! [ Daftar | Masukrss

Kamarudin; Kiprah Sukses Pengusaha Muda Alat Berat Dari Balikpapan

| Inspirasi | August 22, 2011

Tak banyak pengusaha yang meraih sukses di usia muda. Berlimpah materi dan harta. Lebih sempurna lagi, ketika dikaruniai keluarga yang bahagia. Nah, Kamarudin bisa jadi bagian yang tak banyak tadi.

img22082010710011 Kamarudin; Kiprah Sukses Pengusaha Muda Alat Berat Dari BalikpapanBICARA umur, Kamarudin memang terbilang muda. Tanggal 15 Desember nanti baru genap 39 tahun. Tapi untuk urusan bisnis, jam terbangnya cukup tinggi. Malang melintang di penyewaan alat berat, hingga merambah dunia pelabuhan internasional supply base oil and gas. Benar-benar terjun di bisnis praktis sudah dimulai pada 1992 lalu, atau ketika usianya menginjak 21.

Proyek pertama yang ditangani adalah angkutan laut PT Geoprolog dan Dowell Schlumberger. Tapi sebenarnya, untuk urusan mencari uang sudah dilakoni sejak ia masih kecil. Di Kampung Baru, Balikpapan Barat, tempat ia dilahirkan, hampir setiap hari diisi dengan kegiatan yang menghasilkan uang.

Selepas pulang sekolah, ia pergi ke pelabuhan untuk mencari ikan bersama para nelayan. Sering pula ikut mengumpulkan batu bersama teman sebayanya untuk dijual kembali. Padahal secara ekonomi, orangtuanya cukup berada. Sang ayah, H Ibrahim, adalah tokoh terkenal waktu itu. Memiliki banyak usaha.

Namun Kamarudin sama sekali tak mau memanfaatkan fasilitas keluarga. Baginya, menikmati uang hasil keringat sendiri lebih memberi kepuasan. “Saya sudah terbiasa mandiri dari kecil. Lagi pula orang tua saya memang mengajarkan anak-anaknya seperti itu (mandiri, Red),” kata pria yang akrab disapa Aco ini.

Dengan bekal kemandirian itulah, Kamarudin meretas cita-citanya sebagai pengusaha. Setelah sukses di pekerjaan pertama di Geoprolog dan Schlumberger, Kamarudin melihat ada celah peluang yang sangat menjanjikan. Yakni penyewaan alat berat. Cara berpikirnya waktu itu sederhana saja. Banyaknya tambang batu bara yang beroperai, tentu membutuhkan alat berat tak sedikit. Sementara “pemain” alat berat ketika itu tak banyak. Alat-alat berat yang berseliweran masih didatangkan dari Jawa.

“Kalau begitu, kenapa bukan saya saja yang menyiapkan, lalu menyewakan ke perusahaan-perusahaan tambang itu,” Tukasnya.

Maka, dengan modal uang tabungan, ia mulai membeli alat berat. Awalnya hanya satu. Dengan bendera PT Bina Karya Pratama, ia menjadi sub kontraktor PT Kideco Jaya Agung, sebuah perusahaan tambang terbesar di Tanah Grogot, Paser. Alat berat tadi disewakan. Perlahan, Kamarudin terus menambah jumlah unitnya. Dari satu jadi 5, kemudian jadi 10, bertambah jadi 15. Sampai sekarang jumlahnya sudah puluhan. Jika 1 unit alat berat harganya Rp 3 miliar, bisa dihitung berapa nilai aset tak bergeraknya untuk 40 unit alat berat.

Perusahaan yang dilayani pun tak hanya Kideco, tapi sudah menyebar hampir seluruh Kaltim. Dimana ada perusahaan tambang, maka disitulah alat beratnya berlabuh. “Selama tambang masih beroperasi, bisnis ini tak akan mati,” ungkap penghobi serta pemilik beberapa motor gede ini.

Belasan tahun “bermain” alat berat, belum membuatnya puas. Naluri bisnisnya kembali bergolak. Kali ini ia mencium aroma keuntungan di jejaring pelabuhan. Maka terbetiklah keinginan membangun pelabuhan. Bukan sembarang pelabuhan, tapi supply base yang melayani kebutuhan logistik perusahaan-perusahaan migas, baik dalam maupun luar negeri.

Perencanaan pun disusun. Mulai strategi teknis sampai menghimpun permodalan. Modal menjadi sangat penting mengingat nilai investasinya yang begitu besar. Hitung punya hitung, didapat angka Rp 700 miliar. Setelah melewati serangkaian penawaran, akhirnya Bahana Grup mau mendanai proyek ini.

Pelabuhan supply base dengan bendera PT Pelabuhan Penajam Benuo Taka berlokasi di Bulukminung, Penajam. Areal awal yang diplot seluas 100 hektare. Tapi ke depan, tak menutup kemungkinan akan diperluas. Kegiatan pekerjaan sudah dimulai 2008 lalu. Di dalam main frame proyek, pelabuhan ini didesain sebagai daerah mandiri. Selain jadi lokasi penumpukan dan distribusi logistik, juga dilengkapi dengan gedung perkantoran, rumah sakit, arena olahraga, pusat perbelanjaan, sekolah. Wajar semua fasilitas itu disiapkan, mengingat akan banyak pihak yang terlibat.

“Saat ini, progress proyek secara utuh dan menyeluruh baru berjalan 10 persen. Tapi khusus fisik pada pelabuhan, ditargetkan insyaallah bisa rampung pada 2012 nanti.” imbuhnya.

Jika semua konsep tadi terwujud, maka dampak langsungnya tak hanya untuk kawasan pelabuhan, tapi terasa pada perkembangan Penajam secara luas. “Yang pasti, tenaga kerja terserap. Multiflier effect-nya juga sangat dahsyat,” beber Kamarudin. Kini Kamarudin benar-benar bisa merasakan hasil kerja kerasnya. Buah dari kemandirian yang dipupuk sejak kecil. Memiliki limpahan materi. Lebih dari cukup untuk sekedar kebutuhan hidup.

Dan semua itu makin sempurna dengan hadirnya keluarga yang bahagia. Dari pernikahannya dengan Juriwaty Gani, ia diberi 3 anak, Andrew (16), Febrika (14), dan Jason (13). Andrew dan Jason kini sekolah di Singapura. Sedangkan Febrika di Balikpapan. “Maklum, perempuan. Maunya dekat orangtua,” kata Kamarudin.

Sebagai orangtua, ia dan istrinya tak membebani anak-anaknya harus jadi apa kelak. Semua pilihan diserahkan pada masing-masing anak. “Kita ini hanya mengarahkan. Selama itu baik pasti didukung,” terangnya. (indra nuswa).

Sumber: Kaltim Post

     

8,281 total views, 426 today

  

Iklan Sponsor

One Response to “Kamarudin; Kiprah Sukses Pengusaha Muda Alat Berat Dari Balikpapan”

  1. Bang Kamaruddin,
    Luar biasa usahanya, mudah2n bisa membuka peluang usaha baru dan membawa rekan2 dari Penajam.

    Salam sudirman

Leave a Reply

Iklan Sponsor









Iklan Premium

Facebook Cari Alat Berat

Iklan Sponsor









Iklan Premium